GA 229, SOC-CGK

Akhir pekan lalu, saya dan suami bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo. Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrian panjang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Spontan menoleh, beberapa orang pun melakukan hal yang sama. Bahkan tak sedikit yang bergegas menghampiri ke arah kerumunan. Sesosok pria dengan wajah sangat familiar berdiri di tengah-tengah orang yang berebut untuk menyapa dan berfoto bersama. Mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung, menyandang ransel hitam di pundak, ia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah. Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomer satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi. 

Saya ikut berdegup melihat kehadiran beliau, terutama melihat antusiasme orang-orang di ruang tunggu keberangkatan. Seolah semua merasa ingin mendekat dan menyapa. Sangat tergelitik untuk ikut menghampiri beliau, namun saya pun separuh mengingatkan diri sendiri sebenarnya, jangan sampai proses boarding terganggu. Terlebih, kerumunan berjarak agak jauh dari titik kami berdiri dan terhalang beberapa penumpang lain. Saya berusaha fokus pada antrian, meski sesekali masih juga melihat ke belakang. ‘Dzziig!’ Ada rasa yang sedikit asing, namun membuat saya tiba-tiba dijalari perasaan haru mendalam. Semacam cubitan bercampur pelukan hangat.

Belum tuntas keheranan, berikutnya saya kembali menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini: seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrian masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi! Dalam penggambaran bak tokoh kartun, mungkin rahang saya sudah terlepas jatuh ke lantai. Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. :-P Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut.  

Pria itu, datang seorang diri tanpa kawalan. Sikap tubuhnya begitu alami, tenang dan apa adanya. Ia membaur dengan orang lain tanpa rasa canggung atau kedekatan buatan ala pejabat pada umumnya; senyum lebar saat tersorot kamera TV dan kembali basi saat off air. Sikap yang saya yakini hanya bisa muncul lewat adanya keinginan tulus untuk menghargai orang lain, dari hatinya. Tanpa upaya ‘lebay’ atau jumawa berlebihan, saya melihat bagaimana ia disambut reaksi spontan dan sikap hangat yang diperlihatkan oleh orang-orang di sekitar beliau. Sangat mungkin dada saya sesak karena melihat hal yang sangat bertolak belakang dengan pandangan umum, namun merupakan sesuatu yang sangat saya rindukan: pemimpin sebenarnya. Bukan semata pejabat; seorang yang tengah menjabat posisi sebagai pimpinan. Turun dari pesawat, Pak Jokowi mengikuti jalur umum; antri, turun tangga dan menaiki bus bandara yang mengantarkan ke terminal kedatangan; seorang diri. Kepala saya langsung berhitung mengkalkulasi taksiran biaya yang bisa dihemat antara perjalanan beliau dibandingkan dengan para pejabat yang memerlukan antek-antek dan tetek bengek yang lebih ke arah tiada manfaat itu. 

Image

Apa yang baru saja saya saksikan membuat sepanjang penerbangan dan perjalanan saya pun menjadi super cengeng; bukan karena turbulensi atau macet Jakarta. Tapi karena mendapati sesuatu yang sangat langka dan berharga. Rasanya baru kali kemarin selama di udara saya memanjatkan doa yang berbeda tema. ;) Dari dasar hati terdalam saya memohon agar Allah SWT melimpahkan berkah dan kemudahan bagi para pemimpin yang benar-benar ikhlas dan tulus bekerja untuk rakyat. Semoga mereka diberikan kesehatan lahir batin, menghadapi masalah dan tantangan yang begitu banyak di negara ini. Saya tidak berhasil mengingat, kapan terakhir kali saya berdoa hal yang sama. Hhm.. sebegitu parahnya mungkin persepsi saya tentang pemimpin/para pejabat pada umumnya, sehingga hati saya kurang tergerak untuk mendoakan. :-o

Suami saya pun tersenyum menyetujui, ketika saya mendeklarasikan bahwa perjalanan pulang kemarin merupakan ‘goceng paling berharga yang pernah dibayarkan’. Hehe.. kebetulan dengan memanfaatkan akumulasi mileage frequent flyer, masing-masing kami memang hanya membayar Rp. 5000,- untuk penerbangan tersebut. :D 

About these ads

614 thoughts on “GA 229, SOC-CGK

  1. Seandainya bukn partai2 itu yg dukung beliau ,males aja liat org2 di sekitarnya btw apapun itu sy berdoa untuk bpk semoga amanah kalau terpilih walopun pilihan kita berbeda secara personal bapak ini telah mencuri hati sy sebagai warga negara indonesia

    • Pilihan adalah preferensi dan wilayah pribadi yg tidak bisa diganggu gugat. Setuju sekali Mbak, bahwa kita ini minimal harus tetap mendoakan orang² dan para pemimpin yg baik, siapapun itu. Agar dikuatkanNya menghadapi tantangan ke depan. :)

    • Bu Wahidah R Bulan, salah satu pendiri PKS yang pernah melakukan penelitian local reform di kota solo mengatakan “Ada perbedaan yang sangat mencolok antara Jokowi dengan PDIP dan kader PDIP! Bahkan secara konsep pun berbeda. Tentang konsep wong cilik misalnya. PDIP mendefinisikan wong cilik sebagai kader-kader dan simpatisan PDIP. Tapi Jokowi memaknainya berbeda, semua orang miskin dan marginal di Kota Solo! Karena itu program-program Jokowi di awal-awal membangun Solo justru banyak ditentang oleh Aleg PDIP! Ini yang orang Jakarta nggak banyak tahu! Jokowi memang ‘devian” di PDIP. Kultur dan filosofi Jokowi berbeda dengan PDIP! Tapi karena yang dikerjakan Jokowi ternyata berimbas positif terhadap PDIP dan belakangan Jokowi direspon sangat positif oleh Ibu Ketua (Mega), PDIP pun (elit-elit PDIP setidaknya) akhirnya menerima Jokowi… Pada akhirnya, waktulah yang akan membuktikan kebenaran. Mari sama-sama kita tunggu… Saya ingin bagi informasi ini karena prihatin. Banyak orang baik karena kurang cermat terpengaruh oleh isu-isu sentimen kelompok yang dikicaukan sementara orang yang berhajat terhadap dukungan. Jadi karena kebetulan saya tahu sedikit informasi tentang hal itu, saya berkewajiban menyampaikannya! Tak apa kalau mereka tidak mau menerima. Ini bukan soal menerima dan menolak. Ini soal kewajiban menyampaikan kebenaran.”

      tulisan beliau dapat dilihat di FB beliau https://www.facebook.com/wahidah.rbulan?fref=ts

  2. Ya Allah buka mata hati saudara2 yg lain.agar bisa melihat dgn hati yg bersij tanpa kebencian. Tetep istiqomah pak jokowi moga Allah mempermudah.

  3. Tim cybernya prabowo pasti bilang jokowi pencitraan… dibayar brp sih? Mw dong ikutan dibayar.. hehehee.. mpe rela nyebar fitnah

  4. siapapun presidennnya nanti aku berharap mereka tetap amanah dalam tugasnya,, dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.. amiin ya rabb…

  5. Woi, coba deh sekali kali gunakan mata hati kita untuk menilai orang. Hilangkan dulu kebencian di hatimu. Benarkah itu pencitraan ataukah ketulusan. Saya melihat sepak terjang Jokowi itu sebagai sebuah ketulusan kok. Buat yang ngga kenal jokowi, tonton aja tuh film nya yang berjudul ‘Jokowi’. Cari aja sendiri DVD nya.

  6. Sebelum beliau jadi Gubernur, sempat melihat beliau di mushola bandara Soekarno Hatta. gaya biasa saja, dengan kemeja putih yg sama. Saya berkata pada 2 ibu2 didalam toilet, “Itu Jokowi ya Bu”. Jawab mereka dengan sinis’ “Iya kali, ga perduli saya, seperti udah hebat saja”. Kening saya berkenyit heran dengan tanggapan mereka. Lalu sambil melewati mushola saya melihat beliau sedang menjadi imam sholat subuh dalam mushola. Setelah beberapa saat saya dan penumpang lain dipanggil naik pesawat dan membentuk antrian. Belaiu ternyata dalam antrian yang sama, dengan pesawat LI** economy..tanpa berusaha menyalip atau apapun…tetap dengan senyum yg sama, bercengkrama dengan 2 orang ajudannya yang kelihatan lebih awas dari dirinya sendiri. Bagi saya, kesan pertama saya melihat pejabat “yang mudah digapai”. Dan itu menyenangkan… :)

  7. Terlalu Berlebihan Mbak,.. gk ada yang istimewa yang dilakukan seorang pak Jokowi, memang harus dan selayaknya berlaku demikian dalam menggunakan fasilitas publik.. gk beda bedanya antara pejabat dan mayarakat sipil lainnya. Sebagai WNI yang baik Ikuti aturan yang sudah diperuntukan.. klo ada pejabat(orang) yang bertindak atau berlaku diluar norma atau atauran yang ada.. memang moral dan pribadinya yang tidak baik. dan perlu untuk ditindak sesuai aturan yang berlaku..

    • Seorang pejabat pemerintah, pejabat negara atau pejabat di TNI POLRI secara manusiawi selalu minta diutamakan krn berbanding lurus dengan tgjawab dan tugas kerjanya.
      Tapi seorang Pak Jokowi “beda”, dia bisa memposisikan tugas dan fungsi (jabatan) sekedarnya aja.
      Memang susah utk menjadi orang yg baik dan benar. Apalagi Public figure yg notabene banyak yg senang – banyak yg tdk senang, banyak sahabat – banyak musuh. Selalu sepak terjangnya dinilai dengan 2 bagian, yaitu sanjungan yang kedua hinaan.
      Untuk itu mari kita jaga hati kita masing2… andaikan Jokowi itu anda bagaimana….?

      oke Siang!

    • Mudah bicara sulit melakukan, mudah mengkritik, sulit untuk di kritik.
      Selalu ingin dihargai, sulit menghargai.
      Anda bisa bilang WNI yang baik ikut aturan yang berlaku. Permasalahannya adalah ada berapa persen WNI yang benar2 baik di negeri ini ?. Ada berapa pejabat yang mau menggnakan fasilitas publik sesuai aturan yang berlaku ?.
      Dan ada berapa orang yang mau membagi pengalamannya melalui tulisan seperti penulis di blog ini, padahal saya yakin yang mengalami hal ini bukan hanya sang penulis saja.
      Hargailah apa yang dilakukan orang lain, sekalipun tidak bernilai bagimu, tapi sangat bernilai bagi orang lain.

    • lo blg itu berlebihan? lo sendiri kalo di posisi jokowi bisa kaga kek gt? ngaca dl sebelom ngmg! otak dipake jgn pantat yg dipake buat mikir. goblok kok dipliara. wakakakkakaka.

      • Yaelah, si mola bacanya pake pantat nih, baru punya gadget ya mol, baca dong keseluruhan baru komen, ckckck dasar cabe2an nih..

  8. Jokiwi.. Bener-bener masuk kriteria Capres Demokrasi
    Dari rakyat…. (Jokowi lahir dari rakyat biasa, bukan keturunan ningrat, anak jendral, dll tapi bener-bener tumbuh dan besar dari rakyat)
    Oleh Rakyat… (Jokowi dari segi prilaku, keseharian, tampilan fisik gaya hidup, semua merakyat)
    Untuk Rakyat… (emang rakyat banyak yang cinta, dan semua yang dilakukan selama ini bener-bener pro rakyat) naik pesawat juga ga bikin kebanyakan rakyat kecil ngiri, karena selalu ditemanin, naik bus, pesawat klas ekonomi…)

    poko’e bismillah aq dukung jokowi,
    dan berdoa semoga selalu dijalan yang disukai Allah…
    Insya Allah Amanah..

    • _____Aku hanya orang desa___

      Aku bukanlah seorang Jendral Berkuda
      Tak tampak gagah Berwibawa
      Aku bukanlah seorangPengusaha
      Yang banyaimelawan jenderal berbintangk timbunan Harta
      Aku hanyalah Orang desa.

      Tak pernah mimpi menjadi penguasa
      Aku hanya menjadi pemimpin keluarga
      dengan anak istri yang membuatku bangga
      Aku tak memiliki media,takseing pula membuat pariwara,
      tapi aku selalu menjadi objek berita

      Aku tak pandai bersyair,apa lagi syair bernada satir,
      tapi aku tahu rakyat Indonesia pandai berpikir
      Aku tak biasa berperang,apalagi melawan jendral berbintang
      Bagiku rakyat adalah pemenang………

  9. Thanks for sharing.. nice posting, sya jg baru belakangan ini ikhlas doa utk Jokowi &Ahok. melihat hasil yg beliau sdh kerjakan membuat sya salut.
    Biasa utk para pejabat ada seat khusus yg sdh disediakan di pesawat, bioskop
    dan bbrp tempat lainnya. Tp sya salut Pak Jokowi tdk menggunakan itu.

  10. beberapa kali saya juga pernah melihat pak jokowi dari jarak dekat, sejak beluai masih jadi waliko ta Solo waktu itu, beluai juga naik garuda kelas ekonomi dan tanpa pengawalan ajudan, low proflenya masih sama, pake kemeja putih juga, tahun 2012 kl ga salah.
    trus pas udah jadi gub DKI juga tahun lalu (2013) pernah liat beliau di salah satu taman di jakarta timur, cuma sendirian , dengan beberapa ajudan yg berdirinya agak jauh dari beliau, sedang di wawancara sama sektiar 10 org wartawan, tanpa pengawalan berlebihan, bahkan satpol PP di kelurahan tersebut yg jaraknya sekitar 1 KM dr taman tsb kayaknya juga ga tau kalo lg ada pak Gubernurnya datang meninjau, si Satpol PP lagi leyeh2 di mobil patroli di sebelah kantor kelurahan… bedaaaaa banget sama pejabat2 yg haus kekuasan, arogan. (sst bahkan kepala kantor ku aja gayanyaaaaaaaa….. mau kemana2 kudu ada ajudan, dia dateng ke acara kepagian yg panitianya blum pd dateng langsung deh pulang n ngamuk2 di kantor).

    • mencoba menganalisa untuk mencari kesalahan lalu menyimpulkan kemudian kesimpulannya dituangkan lewat komentar tp ternyata, tetotttttt, kagak nyambung, antara terburu2 bacanya, kl gk dilompat2 bacanya, kalo gak saking terlalu pinternya jd punya kesimpulan nyeleneh, mas rahmat oh mas rahmat, lain kali kalo baca sesuatu di cermati baik2, ini cm sekedar komentar biasa di blog, kl kesimpulan model seperti ini yg anda buat dalam kegiatan kerja anda, anda bisa dipecat mas

    • jiah elah… pak jokowinya kan blum duduk..!! lgian, yg ditekankan disini juga bukan hanya siapa yg lbh di depan, tpi pak jokowi yg mau duduk di kelas ekonomi..!! hidup JOKOWI!!

  11. Klo emang ada yang menghujat seorang pemimpin tg bekerja tulus untuk rakyat di mana otak looo… klo nanti pak jokowi terpilih jd presiden dan dia berubah ak dukung looo buat demo turunin dia…tp klo pak jokowi tetep amanah turunin tu otak hujat looo ke dengkul…

  12. Rakyat rindu dg pemimpin bersahaja, pemimpin yg duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dgn rakyatnya. biarlah takdr bercerita. kita rakyat hanya dpt berdoa, semoga banyak pemimpin yg memiliki prilaku yg bersahaja seperti beliau..amin

  13. boleh kita membenci dan tak suka pada seseorang dan boleh juga kita menyukai seseorang tapi jgn terlalu berlebihan, sudah kenal luar dalam kah kita sama orang yg kita suka atau benci ? jangan karena media kita jadi ikut2an, kami tidak membenci bp. Jokowi, tapi kami belum kenal betul siapa beliau ini sesungguhnya, slama ini hanya orang Solo dan sekitarnya yg kenal beliau, beliau ini baru dikenal luas ketika bbrpa waktu yg lalu ikutan calon gubernur ibu kota, latar belakang beliau belum byk yg tau, jd kalo msh byk yg meragukan beliau ini wajar toh ? kamipun demikian tidak berpikir dan tidak berniat untuk memilih bp. Jokowi jadi presiden karena belum tahu lebih dalam tentang latar belakang dan karakter beliau ini yg tiba2 melejit. hal ini adalah sesuatu yg wajar.

  14. politik emang kejam…. dengan elektabilitas seperti jokowi, pejabat mana yg gak keder wkwkwkwk, skrg ini apapun bisa jadi pencitraan, segala cara pasti dilakukan untuk menjatuhkan lawan kan… berdoa saja semoga diberikan pemimpin yg baik dan mata rakyat pun bisa terbuka untuk melihat pemimpin yg benar2 baik :))

  15. Saya bukan seseorang yang peduli politik nor orang yang melek politik, tapi baca artikel ini bikin terharu banget. Semoga beliau tetep istiqomah merakyat :’)
    Cuma yang namanya politik, nanti ada aja yang nyinyir sama sikap jokowi demi kepentingan pribadi. Semoga masyarakat kita cepet sadar

  16. Jokowi Memang Manstab Hidup Jokowi yang seperti ini tidak usah diragukan lagi persetan dengan orang-orang yg menjatuhkan dia kami tetap mendukung kerja nyata Jokowi

  17. Tulisan yang inspiratif. Semoga lebih banyak lagi pejabat-pejabat publik yang meneladan hal serupa, bukan hanya untuk pencitraan tapi melakukannya dengan tulus. Boleh saya re-blog? Terima kasih. Salam.

    • Emang kenapa dgn PDIP? Mmgnya situ sudah cari tau n dalami n sepaham dgn visi misi partai yg lu dukung? Dan memangnya visi misi PDIP bnr2 bertentangan bgt sama aspirasi lu? Wkwk ragu gw.. Kalo indonesia mah sebaiknya milih brdsrkan tokoh aja keles, gausah sok2 milih krn partai doang. Soalnya yg mendukung berdasarkan partai harusnya bnr2 paham bnr dengan visi misi partai yg didukung, bukan cuma asal dukung aja kayak kebanyakan org indo

  18. Artikel BASI …skrg mah JOKOWOW berubah, naik pesawat pribadi….yg beliin siapa ya? Sdh pasti konglo hitam alias antek AMRIK…duh sedih gw dari dulu gak pernah MERDEKA!

    • astaga!! perasaan lu yg basi deh…
      pak jokowi ngga punya pesawat pribadi. emng prnh ditawarin, tpi beliau ngga mau krna dia lbh suka naik psawat komersil. pak jokowi emnk pengen punya pesawat pribadi (siapa sih yg ga mau??) tpi beliau pengennya beli pke uang pribadi, bkn pke uang rakyat.
      wktu lalu beliau kampanye mmg juga smpt pke pesawat CARTERAN tpi itu dibayar oleh PDIP bkn uang dri DKI.. nuduh ngga jelas!! dasar basi lu!

    • Hayo, berita “pesawat pribadi” itu hasil dengar perkataan orang atau baca artikel / berita? :)
      Zaman Internet begini luas informasi, masak maennya cuma komentar tanpa data/berita valid? :D

    • Masih pak, kmrn sempat ketemu di ahmad yani semarang, pagi2 pas mau ke jakarta. Spt biasa, celana hitam, kemeja putih digulung dan nenteng tas nya sendiri :)

    • Sudah kontak, tapi memang tampaknya sulit berharap dari media demikian. Jurnalisme instan. Hal intinya kan ‘ralat dan permohonan maaf’. Ini yang rupanya tak mudah dilakukan secara terbuka, walaupun atas kesalahan mereka (mencuri artikel saya) dan pencatutan nama Hemawati Dharmabumi sebagai sang penulis. Lensa Indonesia memilih untuk mempublikasikan kembali tulisan serupa, dengan saya sebagai penulisnya.

      Jujur dan maaf secara publik rupanya berat buat mereka tampaknya. Sebenarnya kalau resikonya berat (dan enggan dihadapi), sudah seharusnyalah mereka lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Ada kesan sepertinya jauh lebih ringan bekerja seenaknya, copas, tanpa konfirmasi dan verifikasi informasi yang merepotkan. Saya mempertanyakan etika dan profesionalisme jurnalistik di media ini. :(

  19. Ini yang bisa dibilang fanatisme membabi buta. sudah tau salah tapi dibela. bicara fakta tapi dibilang fitnah. merasa yang paling di zholimi dll. siapapun dia, kalau faktanya demikian, proporsional kita menanggapinya. Pak Jokowi kalau memang merakyat, ya kita bilang merakyat, tanpa ada embel2 pencitraan dll. Tapi kalau uztad faktanya nyolong masa kita bela juga? sesuai dengan fakta jugalah pemberitannya.

  20. saya juga pernah mendapatkan kesan yang sama dengan penulis, kepada mantan walikota Padang F****i B****r., yang mau antre dibelakang saya pas beli hp. beliau juga bertanya ke pemilik counter untuk tukar tambah hp usangnya…. low profile sekali. Tapi yang terjadi setelah beberapa bulan di berkuasa……kota padang berantakan.

    • Kalau semua orang di Indonesia udah berpandangan seperti anda, maka negara ini akan hancur–yang seharusnya menjadi kelakuan terpuji malah anda claim pencitraan, sedangkan kelakuan pejabat spt yang skrg terjadi anda anggap normal. Memang Indonesia sudah sakit…

    • oon.. itu kejadian tahun 2013. kalaupun itu pencitraan.. itu adalah pencitraaan yang sangat baik dan sangat beresiko. Disaat pejabat publik pada umumnya lebay dan pengen disanjung-sanjung. Gue heran sebagai salah satu jokowi haters, bagaimana ente bisa begitu membencinya..? tahu gak salah satu yang bikin negara ini gak maju-maju, karena banyak orang pinter seperti ente tapi gak pinter juga.. cari tahu dong dengan obyektif..

    • Muak melihat dan membaca koment2 dari orang2 seperti anda…..atau anda antek2 amrik yang suka mengacaukan suasana damai dan rasa persatuan… go to hell

    • @Becks: Otak dipakai dong, Jokowi dari dulu juga gitu. Pencitraan, itu kalau dulu ngga gitu sekarang gitu. Ngga kaget kalau negara ngga maju2, otak sampean isinya pecintraan. Otak computer yg sudah defaultnya “Pencintraan”

      • kalo memang bp. jokowi dari sononya udah kayak gitu, maka jika beliau jd presiden hasilnyanya gak akan beda jauh dari karakter bp. jokowi.

    • model begini nih yg mentingin ego dan korban black campaign. lu bilang Jokowi haus kekuasaan, trs mau lu siapa yg jd pemimpin lu? yg bisa nyekokin lu pake uang korup? realistis lah, Pak Jokowi udah satu-satu nya harapan buat Indonesia. org baik selalu ada yg ngejatuh2in macem lu ini.Semoga Tuhan mengampuni kita semua. Amin

  21. Terkadang menjadi sedih, ketika orang yang sangat tulus ini dihujat oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan nama beliau. Tapi saya yakin, kehendak alam akan berpihak kepada kebaikan, ketulusan dan kebenaran yang dimiliki beliau.

    • Biarkan aja mereka menghujat, mungkin mata hati mereka buta untuk saat ini, mereka cuma iri saja. Buat yang menghujat Jokowi memangnya Anda bisa jadi lebih baik seperti Jokowi ? Tunjukkan kalo bisa bukan cuma menghina orang.Doakan saja agar Indonesia di pimpin oleh orang yang baik seperti Jokowi dan Jokowi seharusnya menjadi panutan untuk kita semua terutama pemerintah. Orang yang cuma bisa menghujat memang tidak pernahor melihat kelebihan orang lainm selalu mencari kekurangan ataupun kesalahan orang lain, menurut Anda adakah pemmimpin yg membawa perubahan secara nyata yang lebih baik dari Jokowi ?

  22. Inilah sosok pimpinan yy sesungguhnya. Seorg teman saya pernah satu pesawat dan bersebelahan duduknya dgn istri Jokowi dan teman saya amat terkejut karena istri Jokowi sepertinya bukan seperti “istri pejabat”. Kenapa? Karena istri Jokowi TIDAK MEMAKAI BARANG2 BRANDED TAPI 1005 PRODUK INDONESIA YG TIDAK BRANDED. Kita tahu hampir seluruh istri2 pejabat kita bahkan istrimuda2 mereka semua memakai BARANG2 BRANDED YG ADUHAI MAHAL HARGANYA. Nah jika dikatakan Jokowi pencitraan, saya rasa susah melakukan pencitraan yg terus menerus dan sangat nature.INILAH SESUNGGUHNYA SOSOSK PEMIMPIN KITA.

  23. Jokowow! Its not easy to be like him. Terserah deh mau pencitraan atau beneran.. Yg penting ngga gampang. I will vote for him, 4 SURE!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s